Senin, 03 April 2017

MOTIVASI RADITYA DIKA UNTUK PENULIS PEMULA



(Foto: Farah Meilinda (Mahasiswi Universitas Multimedia Nusantara))


                Sosok Raditya Dika ini dikenal sebagai seorang inspirasi banyak orang karena hasil-hasil karya yang sangat menakjubkan. Ia adalah seorang komedian Stand Up Comedy, Penulis, dan sekaligus juga ia menggarap film sendiri. Raditya Dika dikenal hasil-hasil karyanya identitik dengan menggunakan nama-nama hewan. Kenapa kira-kira Raditya Dika itu membuat karya-karyanya selalu identitik dengan nama-nama Hewan?
“Kenapa nama binatang? Karena kebetulan gue suka binatang, dan kedua, sukanya jadi creator, ya sukanya ingin beda, kita harus punya identifikasi, kita harus punya branding diri sendiri, jadi kita ingin mau dikenal sebagai apa? Jadi untuk memposisikan diri gue diantara penulis-penulis lain, waktu itu gue bikin judul nama hewan semua. Sampai akhirnya gue bikin film ga ada nama-nama hewannya seperti single, hangout dan sampai sekarang film “The Guys”.” Ungkap Raditya Dika saat diwawancari dalam Acara UC We-Media Talkshow di Binus University, Anggrek, Kemanggisan, Jakarta Barat.
Raditya Dika sudah tertarik menjadi seorang penulis sejak kelas 4 SD, dari dulu Raditya Dika impiannya ingin menjadi seorang penulis. Sebelum ia menerbitkan karya buku pertama kalinya berjudul “Kambing Jantan”, ia mengaku bahwa dirinya sempat ada kendala.
“Kendalanya itu sempat ada beberapa penerbit yang gue samperin cuman diterima ada 13 media waktu itu” ujar Raditya Dika menyampaikan jawaban kepada Mahasiswi dari luar kampus Binus yang bertanya pada dirinya.

Kira-kira, sebenarnya ada enggak sih Film mana saja yang disukai Raditya Dika dari semua hasil karya-karyanya yang ia produksi sendiri?
“Film yang paling gue suka, kayaknya film yang akan mau keluar tgl 13 april nanti. Tapi gue bangga banget dan gue happy banget sama film the guys. Persoalannya, sejujurnya gue ga pernah suka sama apapun yang gue bikin kalau gue, kalau gue bikin film ga pernah lgi nonton, setelah premiere gue ga pernaah nonton lagi, kalau gue bikin buku, gue ga pernah baca lagi kalau udh terbit, karena kalau gue nonton lagi gue ngerasa kayaknya seharusnya gue bikinnya begini deh, jadi ada rasa yang ga pernah puas, kalau gue jadi merasa sedih, kalau muterin film-film gue sendiri, tapi gue selalu befikir gue akan gagal jadi lebih baik setiap kali membuat karya baru, jadi itu membuat gue lebih produktif juga sih.”

(Foto: Farah Meilinda (Mahasiswi Universitas Multimedia Nusantara))



Untuk kalian semua yang baru saja memulai menjadi seorang penulis, ada tips dari sosok inspirasional anak muda bagi kita semua. Apa saja sih tips dari sosok Raditya Dika untuk kita semua yang baru saja ingin memulai menjadi seorang penulis?
“Yang paling penting ya, berani aja ya, karena banyak anak-anak muda yang hidup dengan “Katakutan”, takut bikin hal baru, takut punya karya, takut menulis, takut dianggap jelek, takut dianggap sok tau, takut dikira sok pintar, kalau kita membiarkan diri kita takut pada hal-hal maju, ya kita bakal enggak jadi apa-apa, langkah pertama adalah berani untuk membuat hal sesuatu, kalau lu enggak bikin apa-apa, lu akan sama seperti orang-orang lain, lu pasti mau menjadi yang beda, dan lu mau jadi istimewa, caranya dengan berkarya, bikin aja tulisan atau apapun, dan jangan takut untuk jelek. Jadi gimana caranya untuk membiasakan bahwa membuat karya yang jelek itu enggak apa-apa, karena kalau kita enggak bikin yang jelek, kapan kita bisa bikin yang bagus, dan belajar gitu? Yang dulunya jadi pembaca malah jadi penulis, yang dulunya cuman penikmat Film mulai bikin skenario film, dan yang dulunya cuman bisa iri dan berkhayal. Jadikan hayalanmu menjadi kenyataan.”


Nah, sebenarnya ada apa ya, Raditya Dika ingin Vakum untuk membuat Filmya dengan waktu yang lama?

Selengkapnya nonton video yang di bawah ini ya.





Follow Social Media:
Youtube: Farah Meilinda
Instagram: farahmeilindaa


Jumat, 31 Maret 2017

Prilly Latuconsina: Film Danur Jadi Tantangan Bagi Dirinya

Prilly Latuconsina kini kembali lagi beracting di layar lebar. Setelah sukses bermain dalam film bergenre komedi bersama Raditya Dika di Film Hangout, kali ini dirinya akan bermain dalam film bergenre horor berjudul Danur. Prilly Latuconsina menantang dirinya dalam berperan di Film Danur, Ia harus mampu berkomunikasi dengan makhluk astral.

Gadis muda berbakat ini sempat dikabarkan dekat dengan Aliando Syarief berperan sebagai Risa dalam film Danur. Risa adalah seorang anak yang memiliki kemampuan Indigo dan mampu berkomunikasi dengan makhluk halus bahkan menjalin persahabatan dengan hantu-hantu di rumah sang nenek. Diketahui, sahabat-sahabat Risa ini merupakan para dari pembantaian zaman penjajahan Jepang.

Prilly pemeran sebagai Risa dalam Film Danur mengaku bahwa dirinya sempat kesulitan mendalami perannya. peran gadis yang bisa melihat hantu membuatnya harus mencari cara agar bisa menyatu dengan perannya tersebut.

Demi mendalami perannya tersebut, Actrees Bintang Sinetron Ganteng Ganteng Serigala ini pun rela mata batinnya dibuka oleh paranormal agar bisa melihat hantu dan dapat mendalami perannya.

Dalam pembuatan Film Danur, Prilly mengatakan melalui akun instagram miliknya,  pada saat ia melakukan adegan pemanggilan Peter dan teman-teman. Disini ia menyanyikan lagu "Boneka Abdi" percaya gak percaya, seperti merasa ada sosok yang datang dan memberi isyarat ke dirinya semacam "aku datang".




Dalam film yang diangkat berdasarkan novel Risa Saraswati ini, Prilly Latuconsina akan beradu akting dengan Gadis yang berkelahiran London, Inggris yaitu Shareefa Danish. Shareefa Danish sudah terjun dalam dunia acting layar lebar pada tahun 2004, film yang dibintanginya "Disini Ada Setan". Ia pun telah meraih penghargaan Best Actrees di PiFan Film Festival 2009 dalam sebuah film "Rumah Dara" di Bucheon, Korea Selatan.

Saat pembuatan film Danur, Prilly Latuconsina, mengaku kalau ada pengalaman yang cukup berkesan. Pemain film Hangout ini bercerita dalam vlog milik Raditya Dika bahwa dirinya sempat memiliki pengalaman yang tak terlupakan.

Film Danur mengisahkan tentang Risa, seorang gadis kecil yang meminta teman baru di hari ulang tahunnya yang kedelapan, agar ia tak lagi kesepian. Sejak itulah Elly, ibunya, sering mendapati anaknya tertawa sendiri dan seolah sedang bermain dengan banyak teman.Elly pun mencari jalan untuk memisahkan Risa dari sahabat barunya tersebut yang ternyata adalah hantu. Akhirnya sahabat Risa itu pergi dari rumah neneknya. Teman yang hadir tersebut adalah anak-anak yang menjadi hantu yang hidup di era 1800-an zaman Hindia Belanda.Sembilan tahun kemudian, Risa dan adiknya, Riri, kembali ke rumah tersebut untuk menjaga sang nenek. Kejadian-kejadian aneh kembali terjadi, dan puncaknya adalah saat Riri menghilang. Risa pun harus menyelamatkan adiknya dari hantu jahat yang berencana membawa Riri ke dunia lain.
Film Danur mulai tayang di bioskop pada 30 Maret 2017 saat peringatan Hari Film Nasional telah menjadi sorotan masyarakat yang menontonnya. Dalam sehari Film itu ditayangkan kamis kemarin, telah memenuhi bangku di seluruh Bioskop yang membuat menarik perhatian para penontonnya tersebut.