Tampilkan postingan dengan label WORKING UMN NEWS SERVICE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label WORKING UMN NEWS SERVICE. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Oktober 2019

Bagaimana Teknologi Menginovasi Industri Media?

Chief of Corporate Strategy Officer Kumparan.com Andrias Ekoyuono

TANGERANG – Bagi startup, pendalaman dalam penyelesaian masalah itu penting dan harus excellence dari sisi jurnalisme, teknologi dan storytelling. Hal tersebut disampaikan oleh Chief of Corporate Strategy Officer Kumparan.com Adrias Ekoyuono saat memberikan kuliah bertema “How Technology Can Innovate Media Industry” di Student Lounge UMN pada Kamis (26/9).
Excellence in journalism berarti penyajian kontennya dapat dipercaya dan mudah dipahami. Excellence in technology diibaratkan seperti sistem Artificial Intelligence (AI) yang dapat menyaring berita hoax. Sedangkan excellence in storytelling berarti penyajian konten harus membuat orang tertarik untuk mengunjungi media platform kita.

Penyerahan Plakat dari Wakil Rektor II UMN Andrey Andoko

Adrias menegaskan bahwa Pimpinan Startup harus memiliki ketiga poin tersebut agar bisnis startup-nya dapat bermanfaat bagi industri media.
“How technology can innovate media industry? Be fill the company a making influential content, credible content and relevant,” tegas Adrias.
Menurut Adrias, perusahaan startup dapat dikatakan excellence dalam menyelesaikan masalah. Hal ini disebabkan oleh konsep bisnisnya yang dimulai dari sisi permasalahan customer dan solusi seperti apa yang diinginkan oleh customers. (FMP/CRA)

*by Farah Meilinda Putri – Universitas Multimedia Nusantara News Service

INFORMATICS ALUMNI DAY

Alumni Informatika UMN

TANGERANG – Program studi Informatika Universitas Multimedia Nusantara (UMN) kembali mengadakan acara ‘Informatics Alumni Day’ yang menghadirkan para alumni untuk berbagi pengalaman seputar dunia perkuliahan dan dunia kerja kepada mahasiswa UMN di Ruang Annex, PK Ojong-Jakob Oetama Tower UMN pada Kamis (12/9).
Hadir sebagai pembicara, Software Engineer di Bukalapak Febrian Wilson, Software Engineer PT Traveloka Indonesia Hendrix, Software Engineer Airy Devin Ryan, Senior Program Analyst PT Asuransi Adira Dinamika Natanael Liong, dan Software Engineer di Google LLC Archie Pusaka.
Dalam kesempatan tersebut, Natanael Liong memberikan pengalamannya selama kuliah. Ia tidak ingin menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang) melainkan menjadi mahasiswa kunang-kunang (kuliah nangkring-nangkring) yang suka berkontribusi dalam kepanitiaan organisasi di perkuliahaan.
“Setelah empat tahun lulus kuliah, saya sempat berpikir mau langsung bekerja atau lanjut studi S2. Saya memilih untuk bekerja. Sempat bingung ingin bekerja di perusahaan apa karena belum pernah mengikuti seminar seperti ini. Beruntunglah kalian yang mengikuti seminar ini, jadi sudah memiliki gambaran ingin bekerja di mana,” ujar Natanael.
Bekerja di PT Asuransi Adira Dinamika selama 4 tahun, Natanael sudah mendapatkan penghargaan The Best MT dalam program Management Trainee di PT Asuransi Adira Dinamika pada 2015. Natanael menyarankan agar mahasiswa yang sedang mencari pekerjaan memastikan lokasi dan lingkungannya memadai. Misalnya, lokasi pekerjaan yang dekat dengan kampus, lingkungan yang aman dan tempat pekerjaan yang nyaman.

Pembicara dan peserta Informatics Alumni Day

Sementara itu, Febrian Wilson berbagi pengalamannya dalam mendapatkan beasiswa dari Bukalapak. Saat berada di semester 6, ia mengikuti seleksi online dan peng-coding-an. Setelah diterima, ia mendapatkan uang saku, meski masih kuliah di UMN.
Sedangkan menurut Hendrix, mahasiswa yang mau bekerja harus memiliki soft skill yang baik, sehinga dilirik oleh pihak HRD (Human Resources Department). Calon pekerja harus membuat CV yang menarik yang membedakannya dari calon pekerja lainnya.
“HRD tidak mungkin membaca seluruh CV calon pekerja sekitar 100 orang lebih, jadi kita harus membuat packaging diri kita (supaya) bisa terjual. Apa yang membedakan kita dengan orang lain? Apakah berdasarkan (pengalaman) organisasi? Lalu HRD akan menanyakan latar belakang kita. Misalnya, projek apa yang dilakukan saat kuliah. Nah, kalian harus menjawab dengan detail, karena itu semua akan menambah poin bagi kita,” tutup Hendrix. (FMP/CRA)

*by Farah Meilinda Putri – Universitas Multimedia Nusantara News Service

Minggu, 06 Oktober 2019

HOW TO BE COOL IN SOCIAL MEDIA

Poster Workshop Campus Invasion: How to be Cool in Social Media (Source: umn.ac.id)

TANGERANG – Kompas.com,Bank Central Asia (BCA) bekerja sama dengan Universitas Multimedia Nusantara mengadakan seminar bertema How to be Cool in Social Media di Executive Lounge UMN pada Kamis (29/8).

Seminar ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana pentingnya bersosial media menjadi lebih menarik, dan bagaimana kita bisa menyesuaikan konten yang bisa dapat mempengaruhi followers kita.

Turut hadir dalam seminar ini Wakil Rektorat Bidang Administrasi Umum Dan Keuangan Ir. Andrey Andoko, Chief Marketing Officer (CMO) KG Media Dian Gemiano dan Entrepreneur dan Author Diana Rikasari.
Ir. Andrey Andoko Memberi Sambutan pada Acara Campus Invasion (dok.UMN)

Dalam seminar ini, Ir. Andrey Andoko memberikan sambutannya. Andrey berpesan kepada peserta untuk bijak dalam menggunakan media sosial. Hal ini dikarenakan media sosial dapat menunjukkan karakter kepribadian seseorang.

“Berbijaklah dalam bersosial media, hindari kata-kata negatif di media sosial yang mengandung unsur SARA atau menimbulkan kebencian orang lain bisa memicu masalah pada diri kita, followers kita ataupun lingkungan di sekitar kita,” ujar Andrey.

Sementara itu, Dian Gemiano menjelaskan pentingnya mengecek data atau informasi yang ada di media sosial.

“Menurut saya, untuk menjadi cool dalam bersosial media harus lebih smart dalam berinteraksi di beberapa digital sosial media. Karena sesuai dengan tagline Kompas.com Jernih melihat dunia dalam arti jernih melihat informasi dengan memvalidasi data dari sumber yang terpercaya,” ujar Dian.
Diana Rikasari, Pembicara Utama pada Campus Invasion (dok.UMN)

Pada kesempatan ini, Diana Rikasari sebagai pembicara utama berbagi untuk membuat konten menarik dalam media sosial.

Diana Rikasari merupakan penulis blog, website, Entrepreneur I wear up dan penulis buku 88 Love Life dan My Rainbow Days. Diana Rikasari sendiri sangat identik dengan konten media sosial yang penuh warna-warni di Instagramnya.

Diana telah mengenal blog dan website sejak tahun 2007 lalu. Diana mengungkapkan awal terjunnya ia ke dunia blog adalah untuk mengungkapkan ide dan pemikirannya.

“Alasan aku membuat blog adalah ingin mempunyai wadah untuk bersuara, karena dulu itu tidak semua suara orang memiliki channel untuk mengungkapkan apa idenya ataupau pemikirannya,” ungkap Diana.

Tak hanya untuk mengungkapkan opini, Diana mengungkapkan banyak peluang yang bisa didapatkan melalui media sosial.

“Mulai dari kita nge-blog aja bisa membuka banyak peluang seperti tulisan kita bisa dikenal banyak orang, mempermudah kita juga untuk mencari pekerjaan, dan sebagainya,” jelas Diana.
Lebih lanjut, Diana mengungkapkan bahwa untuk menjadi seorang influencer perlu kepercayaan diri.

“Jika ingin menjadi Influencer dalam bersosial media adalah “Just to be yourself and enjoy be yourself”. Jika ingin dikenal banyak orang pastikan kamu dalam menggunakan sosial media bisa mendapat informasi yang positif, memberikan informasi dan mencari inspirasi yang sesuai dengan karakter kamu.,” tutup Diana. (RK)



*by Farah Meilinda Putri– Universitas Multimedia Nusantara News Service