Minggu, 15 Desember 2019

MENIMALISIR LIMBAH RUMAH TANGGA


Sabun Laundry detergen organik (dok: Amini/UMN)

Limbah rumah tangga merupakan air limbah domestik yang berasal dari usaha dan atau pemukiman, rumah makan, perkantoran perniagaan, apartemen dan asrama. Limbah rumah tangga menjadi limbah terbesar dan memiliki dampak yang sangat buruk untuk lingkungan sekitar dan kesehatan tubuh. Berdasarkan dari data yang dilansir oleh Badan Pusat Statistik (BPS), limbah rumah tangga di Indonesia sekitar 755,595,000 ton dihasilkan tiap harinya yang mencapai Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Limbah B3 terutama logam berat seperti merkuri, timbal atau zat dioksin, memiliki sifat beracun, karsinogenik (menyebabkan kanker), dan mutagenik (menyebabkan cacat bawaan). Pengaruh terhadap kesehatan dapat merusak sistem saraf otak, dan menyebabkan cacat bawaan hingga kematian. Dalam hal ini menjadi peringatan besar untuk masyarakat Indonesia agar mengelola limbah rumah tangga dengan baik dan benar serta memulai dengan rencana gaya hidup yang sehat.
            Dalam Undang-undang no 32 tahun 2009, Indonesia harus memastikan bahwa penghasil limbah B3 wajib mengelola limbah B3 yang dihasilkannya. Hal itu merupakan bagian dari upaya untuk mengurangi dan mencegah resiko terjadinya dampak buruk dari limbah B3 terhadap lingkungan hidup, berupa pencemaran atau degradasi lingkungan hidup.
            Limbah cair domestik yang berasal dari rumah tangga atau pemukiman termasuk di dalamnya air buangan yang berasal dari kakus (black water), air buangan dari berbagai aktivitas domestik (grey water) seperti dari air mandi, air bekas mencuci pakaian atau piring yang mengandung bahan kimia seperti sabun dan deterjen, dan limbah minyak goreng, dan serta limbah yang berasal dari air pembuangan AC, dan kulkas (clean water).
Menurut Rani Adhityasari sebagai salah seorang komunitas organisasi The Nature Conservancy Indonesia. (TNC Indonesia), pembuangan limbah pada umumnya diterapkan pada rumah-rumah tinggal adalah adanya septic tank untuk menanggulangi limbah kotoran manusia, karena limbah ini secara langsung menyebabkan bau busuk dan mengganggu sanitasi. Sementara limbah dari AC atau kulkas tidak menjadi masalah, yang hingga saat ini sulit diterapkan adalah penanggulangan grey water, karena mungkin dianggap tidak menimbulkan bau dan mengganggu sanitasi dalam jangka pendek, tetapi dalam jangka panjang akhirnya mengganggu juga. Rani juga mengatakan bahwa limbah grey water yang dialirkan ke selokan sehingga sungai-sungai pada akhinya berubah warna menjadi coklat dan menimbulkan bau busuk, dan dapat menyebabkan biota dalam air akan mati, selain bisa menyebabkan ikan-ikan mati, zat-zat polutan yang terkandung di dalam limbah juga bisa menjadi sumber penyakit, seperti kolera, disentri, dan berbagai penyakit lain. Limbah dan kotoran yang berasal dari rumah tangga yang tidak dikelola dengan baik merupakan masalah serius yang perlu diperhatikan untuk menciptakan kesehatan lingkungan.

Proses Daur Ulang Limbah Rumah Tangga

Sarana dan prasarana pengolahan limbah dibangun untuk menciptakan lingkungan hidup yang sehat. Dengan pengolahan sampah rumah tangga yang benar, hal itu dapat membantu untuk menekan dampak negatif sampah terhadap lingkungan.
Menurut Rani Adithyasari, semua limbah rumah tangga sebenarnya ada proses daur ulangnya, baik itu limbah padat maupun limbah cair domestik. Dalam sistem pengolahan limbah tersebut bisa menerapkan konsep reduce, reuse, recycle, repurpose, repair, return, refill, refuse, rot, dan upcycle.
Air limbah rumah tangga / domestik (air bekas untuk keperluan mandi, cuci dan toilet) yang berasal dari beberapa rumah dikumpulkan dalam bak pengumpul air limbah yang biasa disebut dengan (equalization) melalui saluran air limbah. Air limbah yang sudah terkumpul dalam bak pengumpul air limbah akan dialirkan ke reaktor biofilter anaerob-aerob. Pengujian kualitas air yang paling umum dengan uji kecerahan, salinitas, pH, BOD (Biological Oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand). Secara teknis air hasil pengolahan air limbah rumah tangga dengan sistem tersebut dapat ditingkatkan kualitasnya menjadi air bersih melalui proses lanjutan yang terdiri dari proses oksidasi, penyaringan dengan saringan pasir cepat, penyaringan dengan saringan mangan zeolit, penyaringan dengan saringan karbon aktif dilanjutkan desinfeksi dengan sterilisator ultraviolet.

Tanggapan Untuk Limbah Laundry


Sabun detergen organik (dok: Amini / UMN)

Kini jasa laundry sangat banyak, bahkan di setiap daerah membuka usaha-usaha laundry, selain meringankan beban rumah tangga dalam mencuci pakaian, laundry juga membantu perekonomian masyarakat-masyarakat dari kalangan yang kurang mampu. Walaupun sangat membantu perekonomian, tetapi ada hal buruk juga dalam jasa laundry, yaitu limbah dari sisa laundry bisa menyebabkan pencemaran lingkungan dan bahan kimia dari deterjen yang dipakai untuk mencuci baju.


Sabun organik (dok: Amini / UMN)

Berikutnya ada tanggapan dari satu orang pembuka usaha  tempat Laundry, yaitu tanggapan tentang limbah laundry, orang ini bernama Yudi, dia sudah membuka usaha jasa laundry ini selama tiga tahun. Dalam sehari Yudi bisa menerima 110 Kg cucian, dan dalam sehari deterjen yang dipakai bisa sampai 2 atau 3 liter untuk 110 kg cucian dalam sehari. Tanggapan dari Yudi tentang limbah laundry “Untuk pengaliran limbah, sudah diatur oleh pemilik ruko ini, yang penting aman dari masyarakat”,  ungkap Yudi. Apakah Mas Yudi tahu bahwa sabun deterjen yang dipakai mengandung bahan kimia yang berbahaya? “ Ya, sebenarnya saya tahu, tapi mau gimana lagi, karena kan produksinya dari air deterjen gitu, buat bajunya sendiri” ungkap Yudi. Dan sekarang sudah ada deterjen organik yang baik untuk lingkungan, kalau nanti akan muncul deterjen organik untuk mesin cuci, kira-kira Mas Yudi mau beralih atau tidak?, “ Kalau untuk beralih bisa saja, tapi karena saya belum tahu bagaimana bentuk dari deterjen organik tersebut, jadi untuk saat ini saya pakai deterjen biasa dulu”. Ungkap Yudi.

INFOGRAFIS

Sumber The Nature Conservancy Indonesia
(TNC Indonesia) (dok: Amini/UMN)


Sumber: The Nature Conservancy Indonesia (TNC)
dan Badan Pusat Statistik (bps.go.id) (Farah/UMN)

Video:



Anggota Kelompok:
 FARAH MEILINDA PUTRI (00000009894) - As Writing and Infographics
JOHANITO DWI (00000026428) - As Editing Video
AMINI NURAISA (00000026496) - As Infographics and Reporter
IMAM QUSHOYYI (00000026541) - As meringkas semua data
MARTINUS PUTRA PRATAMA (00000025818) - As Writing




             Sumber:
JOURNAL
-          Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) :
-          Hasil wawancara dengan Rani Adithyasari, The Nature Conservancy Indonesia (TNC Indonesia) sebagai pengamat.
-          Informasi tambahan dari Rani Adithyasari melalui situs aetra.co.id :
-          Hasil wawancara dengan Yudi dalam menanggapi sisi sebagai seorang pembuka jasa Laundry.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar